7 Kenakalan Remaja yang Pernah Saya Lakukan

Sejauh ini saya telah hidup selama 26 tahun. Berbagai kejadian benar-benar memberikan pelajaran berharga bagi saya. Namun, saya hanyalah manusia biasa yang juga melakukan kenakalan remaja ketika saya mulai tumbuh menjadi manusia dewasa.

Berikut adalah beberapa kenakalan yang seharusnya tidak Anda lakukan:

1. Bolos Sekolah

Waktu SMA adalah masa terindah bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, masa SMA merupakan masa transisi dari remaja menuju dunia kedewasaan. Kata bang rhoma “biasanya para remaja, berpikirnya sekali saja, tanpa menghiraukan akibatnya”.

Itu benar sekali. Di SMA saya mulai banyak bergaul dengan anak-anak nakal. Padahal dulu waktu SMP saya selalu mendapat rangking 3 besar. Pergaulan membuat saya ikut-ikutan untuk membolos. Akibatnya, saya tidak lagi berprestasi seperti di SMP.

Meskipun saya membolos, saya dengan mudah mengikuti setiap pelajaran karena saya rajin belajar otodidak. Tidak ada soal yang tidak bisa saya selesaikan. Jadi, saya sudah dikenal sebagai anak nakal yang cerdas.

Mungkin para guru gregetan dengan sikap saya. Beberapa bahkan mengatakan bahwa saya adalah murid yang cukup cerdas dan mungkin bisa berprestasi jika saya bersungguh-sungguh. Tapi apa mau dikata, saya adalah orang yang berprinsip “buat apa nilai, yang penting saya paham dengan apa yang diajarkan setiap guru”.

2. Minum Minuman Keras

Saya pernah beberapa kali minum minuman keras atas dasar pergaulan. Teman-Teman saya yang mengajak. Saya tak tahu kenapa dulu tidak pernah mampu menolak ajakan untuk minum. Mungkin karena faktor takut tidak punya teman.

Beberapa bulan kemudian, saya mulai sadar bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Saya mulai berani menolak ajakan untuk minum. Saya dijauhi. Dan akhirnya saya benar-benar merasa tidak punya teman. Konsekuensi yang logis bukan?

Saya hanya memiliki sedikit teman selama saya hidup. Saya memastikan dulu bahwa mereka adalah golongan manusia yang juga merasa terasing dengan kegiatan-kegiatan yang tidak berguna seperti minum minuman keras. Saya tidak pernah menyesali kehilangan teman yang suka mabuk-mabukan.

3. Merokok

Ini merupakan tindakan murni yang saya lakukan atas kemauan saya sendiri. Saya merokok untuk pertama kalinya di usia 14 tahun. Masih sangat muda bukan?

Awalnya saya merokok dengan sembunyi-sembunyi. Sampai suatu hari ibu saya memergoki saya merokok. Ibu saya marah besar waktu itu mengingat saya masih terlalu kecil. Saya pun tetap merokok dengan sembunyi-sembunyi. Baru pada usia 16 tahun ibu akhirnya memperbolehkan saya merokok dengan satu syarat, yaitu harus menjaga lapak buah selepas pulang sekolah. Saya menyepakati kesepakatan tersebut.

4. Mencuri

Kejadiannya terjadi pada semester awal kuliah. Saya kehabisan uang. Begitu pula dengan teman satu kamar saya. Kami sama-sama tidak punya uang sepeserpun dan merasa lapar. Entah bagaimana awalnya, akhirnya kami menyatroni rumah kontrakan teman kami.

Kami mengambil beras beberapa kilo untuk hidup bertahan hidup selama tiga hari. Kami makan tanpa lauk pauk. Benar-benar menyedihkan.

Ketika teman kami yang memiliki rumah kontrakan kembali, saya menjelaskan semuanya. Untung saja orangnya baik dan hanya tertawa memaklumi perbuatan kami. Bahkan kami diberi pinjaman uang untuk beberapa hari sampai dapat uang kiriman dari orang tua.

5. Berbohong Kepada Orang Tua

Ini juga terjadi sewaktu saya menjalani kuliah di semester pertama. Uang yang sejatinya dipakai untuk 2 minggu telah habis dipakai untuk nongkrong di cafe-cafe kopi.

Bingung dengan kondisi keuangan yang menipis, akhirnya saya menelepon orang tua dan minta tambahan uang. Alasannya untuk membeli buku dan keperluan lainnya.

Saya merasa bersalah setelah kejadian tersebut dan berjanji kepada diri sendiri untuk tidak berbohong lagi. Setelah kejadian tersebut, saya mulai tahu bagaimana menghemat uang di masa kuliah.

6. Nonton Film Porno

Seminggu setelah saya membeli laptop, teman-teman meminjam laptop saya untuk keperluan penting.

Penasaran, saya pun mengikuti kegiatan mereka. Semua pada senyam-senyum sendiri. Ternyata keperluan penting yang mereka maksudkan adalah nonton film porno beramai-ramai. Ha ha ha kejadiannya begitu cepat.

Teman-teman di kostan adalah kumpulan orang dari desa. Sama seperti saya. Mungkin itu adalah pertama kalinya mereka menonton film porno. Setelah kejadian tersebut semua mulai cerita tentang apa yang baru saja mereka lakukan. Bagiku, ini adalah pengalaman yang mengesankan.

7. Korupsi

Waktu di SMA, sepulang sekolah saya langsung menuju pasar. Menggantikan bapak saya untuk menjaga lapak buah.

Kadang-kadang saya mengkorupsi hasil penjualan. Tidak banyak, hanya Rp10.000,00. Tapi tetap saja ini disebut korupsi. Akhirnya, saya mengakui perbuatan saya kepada ibu. Beliau cuma berkata “kalau butuh ambil saja, nggak usah bilang”.

Dengan kebijaksanaan ibu akhirnya saya terbiasa mengambil uang hasil jualan untuk ditabung. Dalam 1 bulan, saya bisa menabung uang sebesar Rp 300.000,00. Lumayan bukan.

Itulah kenakalan-kenakalan saya ketika masih remaja. Sekarang saya sudah dewasa dan tidak pernah nakal lagi. Semoga saya menjadi manusia yang berguna bagi keluarga dan masyarakat.

7 thoughts on “7 Kenakalan Remaja yang Pernah Saya Lakukan

  1. Saya nonton film porno justru setelah tamat kuli uyah. Kalo hal2 lain itu saya gak melakukannya. Saya kalo kehabisan bekal (beras dan uang) pasti minjam atau ngutang, nanti kalo udah dapat jatah dari ortu bayar kembali.

    Suka

  2. Erm, amiin. Tapi dari kesalahan kita belajar yak, jadi pastinya sudah cukup banyak hal yang sudah dirimu pelajari selama ini :)). Iya, dirimu jujur sekali, salutlah, kalau saya masih berpikir beberapa kali sebelum membuka borok saya di sini, soalnya nanti menggemparkan dunia kalau dibuka di blog ini :haha (kemudian digampar :wkwk).

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s