Jomblo Itu Indah

Anda tidak sedang salah membaca. “Jomblo itu indah” itulah ungkapan yang selalu saya gunakan untuk menangkis pertanyaan “kapan kawin?, jangan terlalu banyak memilih!” atau “Mau sampai kapan sendiri terus? Enak lho punya pasangan”.

Mungkin Anda mengira bahwa jomblo itu identik dengan kesendirian dan kesepian. Perasaan terasing. Tapi itu semua salah. Saya memiliki alasan tersendiri mengapa jomblo itu indah. Berikut adalah alasan saya mengapa sampai saat ini betah menjadi jomblo:

1. Bisa Menjadi Diri Sendiri

Kalau Anda tidak memiliki pasangan, tidak akan ada orang yang “terlalu perhatian” untuk mengkritik apa pun yang ada pada diri Anda.

Mau berambut gondrong, memanjangkan jenggot, atau berpenampilan ngawur macam bintang rock yang Anda idolakan. Semuanya terasa bebas.

Kita bisa tampil apa adanya seperti yang kita inginkan. Tidak terikat aturan. Kita tidak akan pernah merasa “terpaksa” untuk tampil sempurna di depan orang lain. Dan itu membuat masa muda kita lebih indah.

2. Tidak Ada Pengeluaran Ekstra

Perlu Anda ketahui, saya tipe lelaki yang suka memanjakan pasangan. Memberi hadiah-hadiah kecil di hari minggu, mengajak nonton, dan mungkin sesekali mengajak keluar kota untuk berwisata.

Anda tahu apa artinya? Lebih banyak pengeluaran ekstra. Saya tidak mempermasalahkanya karena tujuan saya memang menyenangkan pasangan satu-satunya.

Tapi apa yang membuat jomblo itu indah adalah Anda bisa menyimpan uang yang notabenenya untuk bersenang-senang. Memiliki uang tabungan selalu membuat hidup tampak lebih indah. Siapa tahu uang yang hasil menabung tadi bisa digunakan untuk acara pernikahan ketika Anda menemukan pasangan yang cocok.

3. Bisa Fokus Bekerja

Pacaran itu melelahkan. Terkadang Anda bisa kewalahan mengatur waktu untuk bekerja dan untuk meluangkan waktu bertemu dengan pasangan Anda.

Status jomblo membuat saya bebas 100% untuk bekerja. Jika tubuh terlalu lelah bekerja, maka bisa sesuka hati tidur atau menyewa film-film terbaru. Tidak ada yang harus diantar kemana-mana. Bekerja bisa lebih fokus dan lebih nyaman tanpa memikirkan acara malam minggu yang tepat untuk si doi.

4. Memilih Pasangan yang Tepat

Kalau cuma sekedar pacaran, saya tidak terlalu berminat. Maunya yang langsung ke pernikahan.

Memilih pasangan tidak seperti memilih baju. Kalau tidak cocok bisa langsung diganti atau dibuang begitu saja. Jadi, memilih pasangan harus hati-hati.

Anda harus bersabar untuk menemukan gadis idaman yang memiliki sifat-sifat yang baik. Tidak ada kata “terlalu lama” untuk melakukan proses seleksi terhadap setiap wanita yang Anda kenal. Begitu ketemu, jangan banyak pikir panjang, segeralah melamarnya sebelum didahului orang lain.

5. Minim Stress.

Jomblo itu indah karena kita tidak harus stress memikirkan kekasih kita. Terlebih jika terjadi pertengkaran yang tidak perlu. Makan jadi tidak enak, tidur jadi tidak nyenyak, kuliah tidak fokus, dan lain-lain.

Seorang jomblo biasanya tidak gampang stress karena hanya memikirkan diri sendiri. Bisa bebas kumpul-kumpul dengan teman, tidur sampai larut malam, pokoknya bebas menyenangkan diri sendiri. Mau berbuat sesuka hati tidak ada yang melarang. Itulah enaknya jadi jomblo.

Jadi, buat Anda yang masih jomblo, tidak usah berkecil hati jika belum menemukan pasangan. Yang namanya jodoh Tuhan yang mengatur. Kita nikmati saja masa jomblo ini dengan terus belajar menjadi lebih dewasa sehingga ketika kita sudah menemukan orang yang kita cintai, kita sudah mapan dan siap membina rumah tangga.

Jomblo itu indah sepanjang Anda tahu alasan yang benar untuk tetap mempertahankannya. Semoga hari Anda menyenangkan.

6 thoughts on “Jomblo Itu Indah

  1. Menurut saya, selama kita masih bisa menikmati setiap detiknya, maka berada dalam status apa pun pasti akan menyenangkan :)). Namun mesti saya akui, untuk sekarang saya masih nyaman dalam status sendiri ini :haha. Mungkin kalau saya sudah merasa tidak nyaman dalam keadaan ini, baru kita bergerak pada status yang lebih baru :hehe.

    Suka

  2. Jomblo itu fase kehidupan kalau menurut aku. Karena ada pepatah “bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian”. Mungkin bagi para jomblo harus mencoba menikmati yang “susah-susah” itu dulu. Kalau kita memang ingin tidak jomblo selamanya, aku yakin Tuhan bakal memberi jalan supaya kita terbebas dari status jomblo 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s