Cerita Hari Ini

Hari ini tampak seperti hari-hari lainnya. Matahari masih bersinar seperti biasanya. Ayam-ayam juga berkokok menandakan pagi sudah menjelang. Orang-orang sibuk dengan rutinitas masing-masing. Sementara aku masih tertidur pulas.

Aku bangun agak siang. Alasannya masih sama. Mungkin karena pengaruh obat tidur yang kutelan kemarin masih belum hilang sepenuhnya. Bau sedap mie goreng dan kopi membangunkan aku. Ibu pun masih mengomel seperti biasanya. Tapi kali ini berbeda. Ada maksud mengapa ibu membangunkanku sepagi ini. “Ayo cepat bangun terus antarkan ibu ke pondokan” kata ibu sambil berlalu.

Aku masih setengah sadar saat mendengarkan kata ibu. Dengan terpaksa aku membuka mata yang terasa masih berat. Aku cuci muka. Setelah itu aku memakan mie goreng yang sudah sedari tadi siap untuk dimakan. Sebagai catatan, aku tidak berpuasa karena harus rutin minum obat. Menyenangkan bukan?

“Mau apa ke pondokan?” tanyaku sambil makan mie.

Ibu yang terlihat sibuk merapikan surat-surat penting menjawab “Ini lho, buat menyerahkan surat penting. Ana harus daftar ulang.

“Oh… Ya sudah. Tunggu sebentar”. Aku masih berusaha sadar sepenuhnya.

Surat-surat penting maksudnya adalah ijasah, SKHU, fotokopi daftar nilai dan sebagiannya. Aku juga tidak begitu paham.

Kuambil sebatang rokok yang sudah sejak tadi malam tergeletak di atas bantal tempat tidurku. Ditemani secangkir kopi merk baru yang tidak jelas, aku mulai mengawali hari ini dengan semangat. Segera setelah itu, aku sudah sadar sepenuhnya.

“Oh iya hampir lupa, sudah waktunya ganti oli” kataku sambil berdiri.

Ibu segera beranjak dari tempatnya. Menuju ke kamarnya tanpa berkata apapun. 10 detik kemudian, ibu menyerahkan uang Rp 50.000,00 kepadaku.

“Sisanya buat beli bensin” lanjutnya.

Tanpa banyak berkata aku mengambil uang tersebut. Dengan sigap aku mengeluarkan motor supra 125 X dengan velg racing. Motor seharga 14 jutaan yang sudah lama menjadi tungganganku. Sejak aku sakit, praktis motor tersebut tidak ada yang memakai. Kalau pun ada, motor itu cuma dipakai ke pasar atau ke rumah nurul. Tidak lebih dari itu. Jadi, aku sengaja mengganti oli setiap dua bulan sekali karena motor ini jarang dipakai. Bukan setiap bulan sekali. Aku mengendarai motor tersebut menuju bengkel langgananku.

Setelah kurang lebih 15 menit, aku telah selesai mengganti oli. Ibu sudah menunggu kedatanganku di depan rumah. Kami pun berangkat menuju pondokan ana di desa belor, pacet, pondok pesantren amanatul ummah.

Jalanan cukup ramai. Mobil dan motor terlihat saling menyalip. Aku yang sudah jarang memakai motor pun terlihat canggung untuk melaju dengan kecepatan tinggi. Aku hanya memacu motorku pada kecepatan 50 Km/jam.

Memasuki daerah pacet, udara terasa dingin. Bahkan pada pukul 08:30, udara dingin seolah menemukan celah untuk menyerang tubuhku. Aku tidak bisa berkutik. Untung aku memakai jaket tebal sehingga bisa mengurangi hawa dingin udara pegunungan.

Dasar lagi sial, ban belakang motorku bocor. Perjalanan kami pun terhambat. Untuk tak jauh dari tempat kejadian ada tukang tambal ban. Setelah menuntun motorku sejauh kurang lebih 800 meter, kami pun sampai di tempat tukang tambal bal. Singkat cerita, kami harus mengeluarkan uang Rp 8.000,00 untuk biaya tambal ban. Perjalanan pun dilanjutkan. 15 menit kemudian, kami pun sampai di pondok amanatul ummah.

Aku memarkir motor di depan masjid yang besar. Sementara itu, ibu sudah masuk ke pondokan untuk menyerahkan surat-surat penting guna keperluan daftar ulang.

Aku mengamati suasana pondokan. Ramai seperti pasar. Hanya saja didominasi oleh santri putra putri yang usianya sekitar 14 atau 15 tahun. Tidak lebih.

Beberapa menit kemudian, ibu sudah selesai dengan urusannya. Dan kami pun kembali ke rumah dengan selamat. Begitulah cerita di hari ini. Tidak ada yang special.

Iklan

6 tanggapan untuk “Cerita Hari Ini

  1. Mas, dirimu itu sakit tapi kok yo merokok dan minum obat tidur… :hehe. Cepet sembuh yo, kayanya kalau sampai harus rutin banget minum obat bahkan sampai tidak puasa, this isn’t an easy task tapi saya percaya dirimu bisa melalui ini. Semangat terus, ya.
    Iya, ini memang sederhana, tapi dari sini kita bisa mengenal si penulisnya lebih jauh.

    Suka

  2. ya ke send padahal belum selesai tadinya mau komen “semoga cepat sembuh ya mas dan gak sakit lagi. adeknya kh yang di pesantren?adekku juga tahun isi setelah lulis smp mau masuk pesantren πŸ˜€

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s