Berhubungan dengan Tuhan

Aku ingin mengawalinya dengan sebuah keinginan. Ketika keinginan kita tidak terpenuhi atau do’a-do’a kita belum dikabulkan oleh Ilahi, apakah benar jika kita menghibur diri dengan mengatakan bahwa itu demi kebaikan kita sendiri.

Aku tetap seorang manusia yang terkadang menyalahkan takdir buruk yang hadir dalam hidupku.

Namun, sungguh kebutuhan sangat jauh berbeda dengan keinginan hati. Dalam hal-hal tertentu, apa yang kita inginkan justru bukan kebutuhan kita. Bisakah kau melihat kebijaksanaan Tuhan dalam hal ini?

Sudah bertahun-tahun lamanya aku memendam banyak keinginan nafsuku. Dalam banyak hal, itu hanya impian yang tidak mungkin menjadi nyata. Tapi jika itu berhubungan dengan Tuhan, apa yang tidak mungkin. Keinginanku hanyalah titik kecil yang sangat mudah untuk jadi nyata. Mungkin belum waktunya.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Berhubungan dengan Tuhan

  1. Mungkin keinginan itu masih perlu disemai dan ditumbuhkan dulu baru bisa dikabulkan. Keinginan akan tumbuh jadi cita-cita, lalu tumbuh jadi target realistis, lalu bakal jadi nyata. Dengan cara itulah TUhan mengabulkan.

    Suka

Komentar ditutup.