Menabung

Beberapa minggu terakhir saya mencoba untuk hidup hemat. Segala pengeluaran yang tidak perlu saya pangkas hingga tidak bersisa. Hasilnya, saya berhasil menyisihkan uang sebesar Rp 750.000,00. Uang yang cukup lumayan besar.

Caranya sederhana. Saya menabung sebesar Rp 10.000,00 ribu setiap hari. Ditambah dengan penghematan di sana sini dalam 2 bulan terakhir. Dan hasilnya, cukup memuaskan. Saya berhasil menabung untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Itu sebuah langkah yang besar.

Saya tidak punya rencana khusus berkaitan dengan uang tabungan tersebut. Setiap hari nilainya terus bertambah karena saya terus menyisihkan uang dari pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Saya benar-benar berhemat.

Saya tidak lagi ngopi di warung. Saya bisa hemat beberapa puluh ribu dengan membuat kopi sendiri di rumah. Selain itu, saya juga mengurangi konsumsi rokok sehingga bisa menyimpan Rp 50.000,00 di akhir bulan. Sungguh, saya bahagia dengan apa yang saya miliki sekarang.

Kesadaran Hidup Hemat

Di usia saya yang menginjak 26 tahun, saya mulai menyadari pentingnya hidup hemat. Itu berawal dari ketertarikan saya akan hidup disiplin yang banyak ditonjolkan di berbagai media seperti film dan buku cerita. Saya benar-benar terinspirasi oleh cara hidup orang jepang yang serba teratur. Dan saat ini, saya mulai mengatur hidup saya agar disiplin, bangkit dari keterpurukan pemikiran beberapa tahun terakhir. Saya ingin berubah.

Hidup hemat bisa benar-benar menjadi sesuatu yang bisa mengubah banyak hal dalam hidup, termasuk kebahagiaan.

Dengan hidup hemat, saya mulai tahu arti menahan diri. Saya harus menahan banyak keinginan agar hal ini sesuai dengan rencana. Oh Tuhan, semoga kesadaran saya tentang hidup hemat bukanlah sesuatu yang keterlaluan. Tetapi sebuah kebijaksanaan.

Uangnya Untuk Apa?

Ini yang membuat saya sedikit bingung. Jika uang tersebut benar-benar terkumpul dalam jumlah yang besar, lalu untuk apa?

Saya sudah merasa hidup serba kecukupan. Makan 3x sehari, memiliki kendaraan pribadi, TV besar yang selalu menyala, dan gadget murahan yang biasa saya gunakan untuk ngeblog. Praktis, untuk saat ini saya tidak memiliki keinginan apapun.

Oh ya… Hampir lupa. Saya punya keinginan untuk terus konsisten membaca buku dan mereviewnya di kategori buku sehingga blog saya bisa kaya konten yang membahas tentang buku. Selebihnya, saya belum ingin merubah apapun yang ada di blog ini.

Saya bersyukur atas segala kebaikan yang sering hadir dalam hidup saya akhir-akhir ini. Semoga saya menjadi pribadi yang semakin baik setiap harinya. Amin.

Iklan

7 tanggapan untuk “Menabung

  1. saya dulu hemat sekenceng-kencengnya demi DSLR,lalu ketika uang terkumpul,saya malah gak jadi beli DSLR,karna teringat pedihnya sewaktu saya berhemat,alhasil saya belanjakan ke benda-benda yg lebih manfaat (dan menghasilkan)

    kadang kita harus merasakan susah,jadi ketika mendapat rezeki meski sedikit,kita lebih bersyukur.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s