Menunggu Pagi

Saya terbangun dari tidur tepat pukul 02.30 WIB. Entah mengapa saya merasa sudah tidak ngantuk lagi dan enggan untuk kembali ke tempat tidur. Dinginya malam tidak bisa mencegah saya untuk keluar dan membeli beberapa batang rokok. Setelah itu, saya pun menyulut rokok dan menikmati hisapan demi hisapan. Rasanya sungguh nikmat.

Di tengah kesunyian malam, bukanlah ide buruk untuk membuat secangkir nescafe panas. Ada secangkir nescafe, ada beberapa batang rokok, dan suasana yang hening. Itu berarti suasana yang sempurna untuk menulis. Dan benar saja, beberapa menit kemudian saya sudah sibuk menulis di android saya untuk keperluan update artikel dihari ini.

Bulan tampak begitu terang malam ini. Suasananya pun sangat tenang. Tidak ada angin malam sehingga saya bisa keluar rumah, pergi ke halaman belakang rumah untuk menunggu pagi.

Dalam kesendirian saya termenung memikirkan arti hidup. Apakah saya telah dengan benar menjalani kehidupan saya yang hanya sekali saja? Tiba-tiba saya teringat dengan peristiwa-peristiwa di masa lalu saya. Semua begitu cepat berlalu. Seolah-olah peristiwa itu baru saja terjadi.

Saya jadi merasa rindu dengan hadirnya seorang teman dalam hidup ini. Merasa sendirian di saat-saat seperti ini membuat saya merinding. Memang benar adanya bahwa satu musuh terlalu banyak dan seribu kawan terlalu sedikit. Terkadang kita memang harus menjalani hidup seorang diri. Itu menyakitkan. Tapi begitulah roda kehidupan berputar. Di satu waktu kita berbahagia dengan suatu keadaan. Namun, di lain waktu kita merasa sedih dan sendirian. Oleh karena itu lakukan semua aktivitas dengan sebaik-baiknya agar engkau tidak menyesal di kemudian hari.

Iklan

8 tanggapan untuk “Menunggu Pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s